Begitu banyak aku berdialog dengan diri sendiri tentang buah dada.Tante kelihatan lain siang itu, segar, cerah. Kuciumi habis-habisan kedua bukit perawan itu.Kusingkap rok abu-abu itu jauh-jauh ke atas.Aku yakin bukit kembar ini belum tersentuh oleh “pendaki” manapun. Bokep Oom-mu kan hobinya kerja, jadi mungkin capek.Lebih baik Oom-mu yang mulai, itu artinya dia betul-betul butuh” “Sayang, memiliki badan sebagus ini tak optimal dimanfaatkan” kataku sambil mengelus buah dadanya. ?Tadinya Oom Ton mau jemput ke Manggarai, tapi ada acara mendadak. Tidak langsung sih, masih ada lapisan kain daster dan kutang, tapi kenyalnya buah itu terasa. Bertumpu pada kedua lututku, aku menarik dan mendorong pinggulku. Tante sedang duduk di sofa nonton TV.Sudah lapar, To ??




















