Terlihat sangat tajam!“Lagi sibuk pak?” tanyaku.“Nggak… saya lagi mengasah pisau aja…. Bokep Akan saya berikan berapapun yang bapak mau! Dalam hitungan detik semuanya menjadi gelap. Aku tidak kuat melihatnya. “TOLONG…!! Aku betul-betul pasrah menunggu mati sekarang ini.Berkali-kali pak Jun kembali memaksaku untuk melihat rekaman-rekaman penjagalan. Potongan tubuh, dan organ-organ manusia berserakan dimana-mana! Tapi aku juga horni banget. Sambil makan dia mengajakku ngobrol. Gimanapun aku harus keluar dari tempat ini.Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar. Kadang dia cerita sendiri tentang kehidupannya. Ugh…Mita horni Pak…. Sepertinya sedari tadi aku hanya berputar-putar!“Tolong… biarkan saya pergi!!” ucapku memohon.“Maaf Mita sayang… saya gak bisa membiarkan kamu pergi dari sini… Sekarang kamunya tenang dulu… ” tiba-tiba pak Jun membekap mulutku dengan kain.




















