Tukang sampah itu berbadan tinggi dan agak gemuk, umurnya sekitar 30-an, mukanya bundar dengan hidung yang besar. XNXX Eengghh!” erangku meringis karena kerasnya remasan itu, tubuhku masih meronta pelan. Tangannya yang lain meremas dadaku dengan kasar.“Jangan Bang.. Hentikan.. Sialan lo, ngentot ga ngajak-ngajak, gua dibiarin sendiri di mobil!” kata si sopir. Sambil menciumiku si sopir mengangkat dasterku yang telah berantakan, secara refleks aku mengangkat kedua tangan membiarkan satu-satunya pakaian yang melekat di tubuhku lepas melalui kepalaku. Pada suatu hari aku bangun pagi-pagi sekali, hari itu aku kuliah siang jam 11:00 sementara jam di kamarku masih menunjukkan pukul 06:30. “Eh.. Bang tunggu bentar, di dapur masih ada lagi sampahnya nih, sebentar ya!”, lanjutku lagi.Aku mematikan rokokku dan turun sambil membawa piring dan gelas bekas sarapan




















