Kenapa? Xnxx bokep Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tubuhku masih bergetar. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. “Erriik..!! “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat.




















