Sepuluh menit kemudian, saat aku sedang fokus mencocokkan…
“Dev…lembur lu? Tangannya segera kembali menggerayangi kedua payudaraku, yang satu lagi mengelusi paha dan pantatku. Bokep Kami kembali bercumbu mesra disana, sambil tangannya terus mengelus kedua paha dan kakiku, kurasakan AC yang telah dinyalakannya tepat menyembur punggungku yang basah. Tubuhku benar-benar lelah, ingin rasanya tidur di mobil yang berinterior nyaman ini, tapi aku harus segera pulang mengingat ini bukanlah tempat yang tepat dan satpam yang satu lagi akan segera kembali. Segera kusesuaikan posisi liang senggamaku dengan penisnya yang sudah kembali menegang, dan “Bless..”, dengan mudah penisnya masuk ke dalam vaginaku.




















