Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam!Akhirnya kami tertidur kelelahan. XNXX Ines mengusap-usap permukaan punggungku. Ines memeluk erat tubuhku sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku hingga aku agak kesakitan. Maklum aja, selain besar, kontolku juga panjang. Ines tertawa sambil mencubit kontolku.Aku meringis. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan.Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamar menggunakan AC. Ines lemes, demikian pula aku. Aku merasakan nonok Ines semakin berdenyut sebagai pertanda Ines akan mencapai puncak pendakiannya. “maas..”, hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya bersamaku. Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Ines.




















