Namun tiba-tiba Chintya mengapit erat kepalaku dengan lututnya. Bokep Tampaknya sangat hangat dan nyaman didalam sana. Sekarang kamu baca hasil pekerjaanmu dan silahkan bertanya kalau ada yang belum paham” katanya sambil memutar netbook berisi draft TA yang penuh coretan-coretan highlight itu kearahku “seperti yang sudah saya katakan kemarin, sebaiknya tulisanmu jangan bertele-tele. “Katanya kamu buka usaha konveksi ya?” lanjutnya sambil meletakkan cangkir kopi didepanku “Iya bu. Dan satu hal lagi kusadari ketika Bu Chintya beranjak menuju dapur. Tampak jelas ketika beliau lewat didepan mataku, celana abu-abunya mencetak jelas belahan pantatnya.














