Hari Minggu, sore, dan entah sejak kapan seperti setiap hari Minggu sebelumnya, aku sedang membagi-bagikan jus jeruk—atau minuman- minuman lainnya di hari-hari Minggu sebelumnya. Selang beberapa saat kemudian Timo melepas kontol Budi dan beranjak berlutut di depan kontolku. Bokep Melihatnya, aku lalu melihat ke arah Budi, lalu kita sama- sama tersenyum. Duluan aja, ‘Win.” Dan Edwin pun pergi. Bukan, paman sama keponakan, pikirku sambil mengerutkan dahi, berpura- pura seakan pertanyaan Edwin ngga masuk akal.Anehnya mereka berdua, Timo dan Edwin, seakan tidak melihat aku tadi mengerutkan dahi, mengacuhkan ekspresiku begitu saja. Tapi Timo berdiri meninggalkan Budi. Budi… paman elu kan?” Aku merasa gagal sebagai tuan rumah menjamu tamu, gagal mengatasi situasi. Hisapannya membuat Budi mendesah. Menelan ludah, Timo melepas kausnya dan bertanya,“Kamu mau ngga kita




















