Aqu benci dgn suaminya. XNXX Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Namun aqu tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaqu tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba.“Tak.., tak ada apa-apa, sahut Lidya sembari merapihkan pakaiannya.Aqu bangkit dan duduk di sisi pembaringan. Namun memang sudah lama aqu ingin dibelikan motor. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Perhatiannya padaqu malah semakin bertambah besar saja. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaqu polos.“Aqu mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.“Cinta..?” aqu mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Saat itu pandangan mataqu jadi nanar dan berkunang-kunang. Aqu memang tak mengerti dgn kekecewannya.




















