Setelah buang air kecil, aku segera kembali ke kamar-ku. XNXX Jam kerja aku mulai dari jam 8 pagi, dan jam kerja Karen tidak menentu. Mungkin Karen merasa tidak enak, dan mungkin bisa membuat aku sedih atau bahkan marah. Kupandang wajah-nya sejenak, dan mata kami saling beradu. Bukan main kepala-ku semakin pening, dan jantung-ku hampir copot dibuat-nya. Kali ini, aku sudah semakin berani. … Karen belum kepikiran sih. “Pagi-pagi buta aku bangun, kebelet pipis, trus aku lihat Karen ketiduran di ranjang dengan tv yang masih menyala.”, jawab-ku.













