Aku tunggu beberapa saat, lalu aku menyusul naik ke atas dengan berjinjit. Perlahan-lahan aku buka kancing celana dan menyisihkan celana dalamnya kebawah. Bokep Bulu halus membayang diantara celana dalam yang transparan karena basah. Aku melakukannya seminggu sekali di warnet yang sama. Darah serasa berkumpul di ujung kontolku, tubuhku kaku-kaku. Benda itu yang mengeluarkan bunyi mesin. Tampak sebuah kamar dengan pintu sedikit terbuka. Namun aku pindah tugas ke kota lain, tak kutemui Rini lagi. Belum selesai aku merapikan celanaku, wanita itu muncul lagi dihadapanku. “Saya perlu air mani Mas untuk masker wajah, boleh ya..?”, katanya lagi. Ada rasa takut dilihat orang kalau aku keluar dari tempat itu pagi-pagi dengan penampilan seperti habis terkena ledakan bom.




















