Tapi Abi kan manusia biasa. Bokep Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Tapi Abi kan manusia biasa. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Tes! “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Air mataku jatuh tanpa terasa. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak




















